Kamis, 16 Desember 2010

Don’t Underestimate Someone With Your Comment!

Apa yang lo rasain jika seseorang terlalu sering berkomentar dengan apa yang lo lakuin? Misalnya Lo update status “galau” orang-orang langsung bertubi-tubi koment dan bilang lo cengeng dan manja. Trus dilain waktu Lo nyanyi lagu melayu ( padahal lo cuman asal nyanyi) langsung si tukang komentar nyolot “ih selera musik lo kampungan ah”, atau lo make baju dengan style lo sendiri komentarpun muncul “ aneh gaya lo, itukan bukan trend fashion tahun ini!”, selanjutnya lo ketoko DVD beli film drama korea eh situkang komentar nongol lagi “apaan sih itu? Selera film lo gak box office banget deh” and so lo nulis kejadian-kejadian tadi diblog dengan gaya tulisan paling menyedihkan didunia and then si tukang komentar tetep nongol “gak mutu ah tulisan lo, buku harian banget” oh my goodness…

Sebuah komentar emang bukan hal baru buat gw, apalagi kegiatan coment-mengcoment adalah merupakan ritual khusus yang gak pernah lepas dari sebuah komunikasi social media di dunia maya. Memberikan komentar bisa ngebantu gw ngebangun suatu hubungan komunikasi timbal-balik dengan seseorang yang sebelumnya sama sekali gw gak kenal. Misalnya mengomentari status temen di facebook, memberikan komentar pada artikel disalah satu situs web, berkomentar suatu postingan di blog, bahkan saling berkomentar suatu topic menjadi hal menarik dalam sebuah forum didunia maya. gak hanya memberikan komentar tapi juga menerima komentar yang ditujukan ke gw.

Tapi Hari ini emosi gw bener-bener terbakar, seperti ada yang menyulutkan api langsung ke saraf otak gw yang awalnya adem ayem. Ini terjadi ketika gw nerima komentar-komentar yang gak menyenangkan dari beberapa orang yang gw kenal. Oke ini bukan masalah gw gak suka dikritik, ini masalah cara mereka mengkritik atau berkomentar dengan nada meremehkan, yah meremehkan. Jadi ceritanya gini, gw lagi asik-asiknya browsing diyahoo, yang tadinya niat gw hanya sekedar “memburu informasi” tapi berubah jadi ikutan kuis yang diadain yahoo http://id.omg.yahoo.com/blogs/siapa-pria-ideal-untuk-olla-ramlan-blog_editor 43.html#mwpphu-container gw gak peduli menurut orang-orang gw “norak” “gak ada kerjaan” “gak penting” “kampungan” and blabla, yang ada diotak gw *sambilnelenludah* gw harus menang dan ngedapetin ipad apple itu sebagai hadiahnya. Beberapa temen akhirnya tahu kalau gw ikutan kuis ini, so seperti yang gw bilang banyak banget yang mengomentari aksi kampungan gw ini, her said : “apa-apaan kau ikutan kuis beginian tha?tepenting ih”, “hahaha gak bakal menang juga kau”, and then “beli sendiri kek, dari pada ikutan kuis begini, bikin capek” dan gw cuman bisa nelen ludah sambil tetep menatap ipad apple dilayar monitor.

Komentar temen gw itu bener-bener bikin gw “geram tanpa dendam” argh komentar yang gak punya good attitude sama sekali. Emang sih gak ada yang larang siapapun untuk berkomentar, gw ulangi, siapapun, ya siapapun boleh berkomentar, dinegara manapun atau dengan media apapun. Gw atau lo, meski dari kalangan manapun, dan siapapun lo. Bahkan tempat untuk menyatakan pendapat kita tersebut sudah tersedia dengan baik. tapiii Kenapa kita gak berkomentar dengan pilihan kata-kata yang baik pula? Kenapa komentar yang kita berikan gak berupa pujian? Dorongan? Paling tidak jika gak sependapat dan gak suka sama pilihan orang lain, kenapa gak berkomentar dengan bijak? Tanpa harus bernada underestimate dalam mengomentari sesuatu. Bukankah Komentar, salah satu cara membangun komunikasi supaya tercipta hubungan yang baik? bukan malah menciptakan suatu hubungan yang gak menyenangkan, yah Terkadang kita merasa jago, merasa sempurna, dan merasa punya segalanya sehingga kita gak pernah menyadari kalau kata-kata atau komentar kita untuk orang lain itu bisa membuat seseorang merasa kerdil. So, Don’t Underestimate Someone With Your Comment guy's.

Sabtu, 11 Desember 2010

Surat Dari Ahira

Pinta temanku,

Banyak orang bisa 'berkata', namun sedikit yang mau 'mendengar'. Padahal jika kita mau kembali ke hukum alam, seharusnya kita harus lebih banyak mendengar daripada bicara. Bukankah Tuhan memberi kita dua telinga dan hanya satu mulut? :-) Begitupun jika kita saksikan pada bayi yang baru lahir. Indra pendengaran lebih dulu berfungsi daripada yang lainnya. Lalu, mengapa mendengar lebih susah daripada berbicara?

Meski secara kasat mata mendengar adalah hal yang gampang, namun nyatanya banyak orang yang lebih suka didengarkan daripada mendengarkan. Mendengarkan merupakan bagian esensi yang menentukan komunikasi efektif. Tanpa kemampuan mendengar yang bagus, biasanya akan muncul banyak masalah. Yang sering terjadi, kita merasa bahwa kitalah yang paling benar. Kita tidak tertarik untuk mendengarkan opini yang berbeda dan hanya tergantung pada cara kita. Selalu merasa benar, paling kompeten, dan tidak pernah melakukan kesalahan.

Jika kita selalu merasa bahwa diri kita benar, dan cara kitalah yang paling tepat, itu berarti kita tidak pernah mendengarkan. Ide dan opini kita sangat sukar untuk diubah jika fakta tidak mendukung keyakinan kita. Bahkan kalau ada fakta pun kita mungkin hanya akan sekedar meliriknya saja. Mungkin saat ini kita nyaman dengan cara kita, tapi untuk jangka waktu yg panjang, orang-orang akan menolak dan membenci kita. Jika kita mau mulai mendengarkan orang lain, maka suatu saat kita akan menyadari kesalahan kita. Jawaban untuk mengatasi sifat ini adalah mengasah skill mendengar aktif.

Mendengar tidak selalu dengan tutup mulut, tapi juga melibatkan partisipasi aktif kita. Mendengar yang baik bukan berharap datangnya giliran berbicara. Mendengar adalah komitmen untuk memahami pembicaraan dan perasaan lawan bicara kita. Ini juga sebagai bentuk penghargaan bahwa apa yang orang lain bicarakan adalah bermanfaat untuk kita. Pada saat yang sama kita juga bisa mengambil manfaat yang maksimal dari pembicaraan tersebut.

Seni mendengar dapat membangun sebuah relationship. Jika kita melakukannya dengan baik, orang-orang akan tertarik dengan kita dan interaksi kita akan semakin harmonis. Dengan berusaha untuk memahami, bisa jadi kita akan menemukan sudut pandang, wawasan, persepsi atau kesadaran baru,yang tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya. Seorang pendengar yang baik sebenarnya hampir sama menariknya dengan pembicara yang baik. Jika kita selalu pada pola yang benar untuk jangka waktu tertentu, maka suatu saat kita akan merasakan manfaatnya. Prosesnya mungkin akan terasa lama dan menjemukan, tapi lama-kelamaan akan terasa berharganya upaya yang telah kita lakukan. Kita akan merasa lebih baik atas diri kita, hubungan kita, teman-teman kita, anak-anak kita, maupun pekerjaan.


“Itulah surat yang dikirimkan untuk saya oleh Ahira, surat yang berharga untuk saya memperbaiki diri, untuk mengurangi takaran EGO dalam diri saya, untuk mau LEbih banyak menawarkan Telinga, hati, dan pikiran sa
ya buat orang lain. saya tidak akan menyimpan surat ini HANYA untuk saya, saya ingin membaginya, mensharingkannya kepada teman-teman saya, Jadilah pendengar yang baik, karena sifat ini bisa menjadi kunci untuk mengembangkan pikiran yang positif, dan merupakan salah satu tangga untuk mencapai kesuksesan! :-)”

be good hearer

Top of Form

Bottom of Form

Kamis, 09 Desember 2010

Saat Dunia Nyata Tak Lagi Menarik

Akhir-akhir ini saya merasa tidak seperti manusia yang sebagaimana harusnya. Manusia yang katanya sebagai makhluk individu yang memiliki unsur jasmani dan rohani, makhluk sosial yang seharusnya hidup bermasyarakat – berinteraksi dengan individu lain secara nyata. Sepertinya beberapa unsur itu tidak menyatu dalam diri saya. Terasa ada yang hilang, kurang tercecer atau tak lengkap. Sebuah kejadian di sebuah warung kopi, membuat sadar bahwa saat ini saya mengalami “krisis interaksi di dunia nyata”.

Di Warung kopi, saya duduk manis dengan segelas kopi di sebelah kiri. Tanpa mengamati kanan kiri, langsung membuka laptop dan mulai mengakses internet. Internet seperti pintu kemana saja milik doraemon, membawa kemanapun saya mau : mengucapkan selamat malam pada teman saya di India – menanyakan makan malam teman saya di Prancis – sekedar mengobrol dengan beberapa teman di kota lain. Bahkan mengirimkan tulisan-tulisan saya, tanpa harus repot mengantarkannya langsung. Dan semua bisa lakukan dalam waktu bersamaan. Cukup diam di depan laptop, membiarkan jemari yang memainkan huruf-huruf di atas keyboard. Menjadikannya tawa tanpa harus bersuara – menjadikannya tangis tanpa meneteskan air mata – mengungkapkan apapun tanpa harus malu ketika raut wajah memerah. Yah ini yang menyebabkan saya “autis” ketika sudah berada di dunia maya.

Kenyataannya ketimbang dunia nyata, dunia maya ini jauh lebih menarik buat saya. Internet bisa menghubungkan saya dengan manusia-manusia di belahan dunia manapun, berinteraksi dengan individu-individu baru, mengefesienkan waktu, mempermudah cara berinteraksi. Sejak ada internet dan berinteraksi melalui dunia maya menjadi tren, saya sedikit meninggalkan cara interaksi konvensional. Merasa dimudahkan, saya lebih mudah “akrab” ketika mengobrol di dunia maya, merangkai kata menjadi lelucon – padahal di dunia nyata saya susah melakukan ini. Yang paling saya sukai ialah tidak perlu menatap orang terlalu lama, tidak harus selalu tersenyum cukup mengetikan icon :) sudah cukup bagi lawan mengobrol kita. Atau tidak perlu malu, saya bebas menguap kapan saja toh yang dihadapi hanya sebuah monitor, bukan fisik manusia secara nyata yang mungkin bisa mengkritik saat itu juga. Saya terlalu nyaman tinggal disini, sampai seorang sahabat mengatakan “ berinteraksi dalam ruang maya, lama-lama bisa mematikan panca inderamu” *glek* saya sedikit tidak bisa menerima dengan apa yang dia katakan. Apa maksudnya coba? yah Meskipun pada akhirnya…

Saya sadar ada rasa rindu dengan teman-teman untuk berinteraksi secara nyata. Rindu bercengkrama secara langsung dengan teman, memberikan pelukan besar tanpa harus menggantinya dengan sebuah icon yang akhir-akhir ini saya anggap tidak lucu :(. Saya ingin mendengar secara langsung tawa teman-teman, mencium bau parfum terbarunya dari dekat, melihat langsung perubahan-perubahan dalam dirinya ketika bertatap muka saat mengobrol. Saya merindukan semua hal yang nyata yang dulu dirasakan menggunakan semua panca indera. Sekarang teman-teman saya berubah menjadi layar segi empat yang ajaib. Hal ini mengingatkan saya, ternyata menjadikan dunia maya sebagai interaksi utama dalam kehidupan bersosial, bisa menjauhkan diri dari kehidupan sosial di dunia nyata. bagaimana dengan kamu?

Rabu, 24 Maret 2010

Loteng dan Langit

Saya suka malam,suka hujan,saya suka ngeliat langit sekalipun tidak ada bintang,saya suka menyendiri menikmati perasaan dirisendiri hingga berjam2 dikamar.Ato menyelinap keloteng kamar saya, untuk menikmati apa yg saya anggap indah.Seperti malam,hujan,dan langit.Kalau duduk diloteng semua terlihat lebih dekat.

Biasa kalau sudah duduk diloteng,saya mulai berimajinasi soal langit, yg sy imajinasikan jd sebuah kota kecil,trus kerlip bintang merupakan rumah dimana para alien tinggal.Saya msh terus berimajinasi tanpa logika,bersembunyi ditempat rahasia sy,ketika seisi rumah sudah sedari tadi menjelajahi mimpi malam mereka.

Saya jd inget temen chating saya didunia maya.Langit, karna nama ini saya tertarik mengenal dia.Hm..Kalau dihitung2 sih, Sudah cukup lama saya mengenal dia,jauh sebelum si kepala durian atau si mas hadir mengaduk2 perasaanku (alaaah)...

Dia mengetahui begitu banyak hal dalam hidup,banyak sisi yg bikin saya betah ngobrol sama dia(dulu)...

Hmf..Entah apa yg bikin semua berubah,mungkin karna hadirnya pagi dan datangnya siang...

Langit...Makhluk yang gak ketebak,seperti alam...

sekotak kebahagiaan terakhir

Tak perlu kau tangisi lagi
tak perlu kau beradu dengan hujan untuk mengejarnya lagi

Kini Segenap jiwanya melepaskanmu
melepaskan kenangan ditiap musim yang terlewatkan tahun ini

Perpisahan ini bukan pengkhianatan
bukan kekecewaan,bukan rasa manis yg tiba2 saja berubah pahit

Sadar cintanya tak lagi sama
sadar hatinya berganti rasa
dan dia berikan sekotak kebahagiaan yg terakhir
untuk kau peluk erat seperti dia memelukmu dulu...

Jika Pagi ini masih Miliku Tuhan

Jika pagi ini masih milikku tuhan...
Biarkan tuan mentari menembus pori-pori kulitku dgn hangat yg dia punya...

Jika pagi ini msh milikku tuhan...
Kubiarkan Kicau Burung yang bersahut-sahutan memecah pagi dgn nyanyian yg tak bisa ku iramakan...

Jika pagi ini msh milikku tuhan...
Aku akan tersenyum menyaksikan seorang anak yg merengek pada ibunya meminta seekor kupu2...

Jika pagi ini masih milikku tuhan...
Aku akan berkata,Aku mencintai perempuan tua yg sedang menikmati secangkir kopi panas diberanda rumah...

Jika pagi ini msh milikku tuhan...
Aku ingin mencicipi lagi,sisa kerinduan semalam Bersama dia...

Jika pagi ini msh milikku tuhan...
Izinkan aku mencumbunya...

kapan pacaran lagi???

Beberapa hari lalu ada satu kejadian yg bkin jantung saya mendadak berhenti, lidah saya kelu, saya jd salah tingkah sendiri mencari jawaban yg tepat dr pertanyaan adik junior sy dikampus. Hari itu sy ketemu dgn F adik temen sy skaligus adik junior sy dikampus,karna rutinitas yg smakin bertambah kami berdua sudah cukup jarang ketemu,eeh skalinya ketemu kt berdua seperti sedang mengadakan reuni akbar.Hahaha.F itu anaknya lucu,polos banget,kekanak2an,mkx klo pas lg ngobrol berdua saya jd keliatan banget tuanya,gara2 terlalu banyak ngasih advice.Kmaren saya baru tahu kalau dia udah beraniin diri buat mulai "pacaran",dgn gaya bicara kekanak2an itu dia bercerita panjang lebar tentang pengalaman pertamanya "pacaran",sy yakin ini bukan cinta monyet seorang anak kecil,dy cukup dewasa buat ngerasain perasaan itu.Sy trus menyimak ceritanya,kemudian tersenyum,dan ikut merasakan sebagian kebahagiaannya,lucu rasanya saya seperti seorang ibu yg sedang mendengar anak perempuannya bercerita.
Ketika sy msh menyimak ceritanya,tiba2 dgn cuek dan polosnya, keluarlah pertanyaan menggelitik dr mulut F "kalo kk kapan pacaran lg?" *cukup lm sy diam dibagian ini*


saya jd ingat salah satu catatan duta,*dalam hati*aakh mungkin bisa jd jawaban sementara buat F,saya jawab saja seadanya "belum akh,itu bukan prioritas utama dlm hidup skrng" hmm...Sy melakukan pembenaran dan pembelaan diri untuk kesekian kalinya...Dan sepertinya F cukup puas dgn jwbn yg sdkit diplomatis dari saya.

*dalam hati lg* "lain kali jangan nanya itu lg ya"


hmm...setelah kejadian itu,otak dan hati saya dipaksa untuk terus memikirkan diri saya,kenapa untuk memulai suatu hubungan baru saya terlalu banyak memberikan alasan2 yg tidak masuk akal, mungkin karna traumatis pada hubungan masa lalu, saya jd terus mencari2 keberadaan mr.right,dan lbh memilih dgn sendiri,merasa 1body better,parahnya lbh percaya dgn hubungan-hubungan ngambang yang gag jelas. Oke,so far sih,saya cukup nyaman ditahap ini, bahkan jauh menganggapnya lebih baik dari hubungan terdahulu.Yaa..Beberapa teman cukup menyesali, mereka bilang saya mengalami krisis hati yang dalam hahaha terlalu rumit memikirkan diri saya sendiri.Kalau mw ngarang sih, syndrome relationship saya sudah berada pada taraf stadium akhir..Waaah parah..Parah..!

Sepertinya saya memang harus mencoba memperbaikinya, paling tidak menyembuhkan syndrome relationship saya ini...Kembali mempercayai seseorang dengan tulus...Huuff...

iam Lose...

Kenapa tubuhmu kaku?
Dimana syaraf dan otot-otot yg membuatnya bergerak?

Kenapa bibirmu diam,kemana kata-kata yg biasa kau untai dengan mudah?
Mana genggamanmu yang biasa menghangatkan jemarij-jemari hingga menjalar keseluruh tubuhnya?
Otakmu mati tak bisa lagi berpikir...
Hatimu membatu didalam jiwa yang terlanjur beku...

Selasa, 23 Maret 2010

BIG Obsession of J.O'R...

(karna otak kiri dan otak kanan musti balance,saya memutuskan mendengarkan sherly crow untuk dijdkan soundtrack Malam ini)

Well saya akan mulai bercerita,semalem karna syndrom melek saya kumat lg,saya tidur hingga menjelang pagi, menghabiskan malam sambil bercerita ke beberapa temen didunia maya yg masih terjaga,skedar menawarkan segelas tawa untuk diteguk bersama,juga meminjamkan telinga saya untuk sebuah keluh kesah.

Ada satu hal yg menarik yg saya temukan,Saya menemukan persembunyian seorang teman dengan sebuah obsesi besar dalam hidupnya.

Saya tidak menyangka dr dunianya yang biasa,justru ada cerita menarik yang cukup gak biasa.Saya kagum...Teman!

Kalau kebanyakan anak muda mati2an ngeband,dia justru mati2an ingin jd sejarawan... (kalian pasti mikir,apa menariknya?)saya juga berpikir seperti itu,knp gag jd arsitek sj,ato seorang design grafis,ato apa kek.Fyuh..Sejarawan?Apa menariknya sih,bukannya akan terlihat aneh dan jadul?Tp namanya jg keinginan,cita2,impian,obs esi,gag musti sama,iya toh?

Sayang sampai skarang keinginannya itu belum terealisasikan,karna jalan menuju dunia sejarawan secara formal gagal dia dapatkan.Hmmf...Tp semangatnya mengejar itu tidak berhenti sebatas kata2 "saya gagal",kecintaannya dengan dunia sejarah,malah terus memaksa dirinya untuk belajar secara otodidak,umh..dari baca buku2 sejarah bahkan sampe dijadiin koleksi pribadi.Ckckck...

Itulah dia dgn kecintaanya pada sejarah...Hmf..Tp ada hal kedua yg patut buat dikagumi lagi dari anak aneh ini,mendalami bahasa belanda jadi pelariannya dari dunia sejarah,bahkan sekarang dia jd tergila2 dgn bahasa ini,aneh lg kan?Knapa jg mesti bahasa belanda?Ketika kebanyakan orang belajar bahasa prancis?Jepang dan jerman?
"bahasa belanda masih ada kaitannya dengan sejarah"bgt sih alasan yg saya tangkep dari dia.Cukup masuk akal sih,menurut sejarah bangsa kita kan pernah dijajah belanda.Okelah alasan diterima bung!

Nah,semalem saya nyempatin buat membaca beberapa catatanya dalam bahasa belanda,sedikit agak kurang familiar dilidah nasional saya hehehe.saya jadi sedikit tertarik dengan beberapa kalimat yang sudah dia artikan "mijn geheime liefde voor jou wordt ongeduldig" susah tp unik. kalau selama ini kebanyakan orang tertarik dengan bahasa prancis yg romantis,bahasa belanda jg gag kalah romantisnya ah.Justru ada letak pengorbanannya,karna bahasanya cukup susah dipelajari..

Dari sini saya mikir,bagaimana dengan bahasa indonesia kita bung?Apa ada orang yg terkagum2 kayak dirinya yg menggilai bahasa belanda?Apa bahasa indonesia kita cukup sulit buat dipelajari orang prancis,jepang dan jerman?

I can't to make decision

Plin Plan?Ragu-ragu? Bukan itu...
Saya hanya butuh waktu,untuk bisa memutuskan sesuatu apapun dalam hidup.Oke saya akui I don't decide things quickly.Tp kenapa orang2 menjudge dan mengatakan saya plin plan, gosh... Saya pikir mereka sok tahu tentang apa yg saya pikirkan, tentang diri saya.
Hufh...I don't know why some people think about it.

Oke.Oke.Saya tahu,bahkan sangat salud karena mereka bisa memutuskan sesuatu dengan cepat, skalipun sesuatu itu complicated.Tapi apa keputusannya itu tepat?Buat apa memutuskan sesuatu dengan cepat,tp menyesalinya dan kemudian malah sering merubah keputusan2nya itu setiap waktu.Bukannya itu akan terlihat tidak konsisten!

i try to think of every thing that might be important,,,
and i can make my own decisions,,,but i don't often have to change it like they...

ruang tidur

saya kembali menerjemahkan dunianya, di separoh malam dan hampir saja pagi. Saya terlalu terlibat, jauh terlibat dalam jiwanya. Malam ini berulang-berulang saya berusaha menemukan diriku dalam rangkaian kata, pada sebait kalimat, dan ditiap paragraph itu, kosong, tidak ada kata,tidak ada sapa tentangku. Kelu ketika hati ini menginginkan jadi bagian dalam kalimat-kalimat kehidupannya.

Ketika Menemukan dirinya dalam duniamu, memaksa jantungku berdetak lebih cepat, menghentikan aliran darahku yang semula berjalan normal, nafasku?kau baru saja menghilangkannya. Saya biarkan perasaan ini hancur tak berbentuk, membiarkannya merasakan setiap detail emosi yang hadir.

Sudah saatnya saya menghabiskan semua ini, melumat semua perasaan-perasaan tentangmu. Membiarkan dia berakhir seperti apa, entahlah saya tidak peduli.

Ulang tahun perkawinan pertama:)

Pernikahan,perkawinan,married,atau apalah sebutannya,itu adalah sebuah perjalanan hidup yg musti dilewati... Menyatukan dua kepala menjadi satu,sama2 menggenggam tangan pasangannya satu sama lain,hati dan raga menyatu untuk menghadapi apapun yg terjadi diperjalanan hidup selanjutnya,hidup bersama menjadi suami dan menjadi istri...Bukan membuat persamaan,tp memberikan ruang lebih untuk perbedaan-perbedaan yang ada.Dan mengisi ruang itu dengan keikhlasan dan kebahagiaan dalam menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya.

begitu berartinya sebuah pernikahan,sebuah perjalanan hidup manusia.Sangking berartinya wajar kalau mereka menjadikan hari pernikahannya suatu moment bersejarah dalam hidup,dimana setiap pasangan saling berikrar untuk bersama sehidup semati. Dan sesuatu yg bersejarah itu wajib untuk diperingati.

Setahu saya ada 2 hari bersejarah bulan ini,pertama hari kemerdekaan RI dan yg kedua hari ulang tahun perkawinan sahabat saya "mahdiya hijri & moh.Izat gunawan"...Keduanya menikah 10 agustus 2008 jadi ini ulang tahun perkawinan pertama..mereka berdua.

Walaupun msh melewati satu tahun pertama,saya ikut berbahagia atas kebersamaan keduanya melewati setiap kontradiksi yg hadir.

Saya ingin mendoakan keduanya,mendoakan pernikahannya,mendoakan perjalanan hidup mereka selanjutnya.
Semoga kebersamaan mereka langgeng,dilimpahkan
lebih banyak kebahagiaan ditiap detik yg dilewati, diberi kesabaran dan keikhlasan.semoga menjadi suami yg baik buat istrinya dan menjadi istri yg baik buat suaminya.Amin...

Happy anniversary ranga dei...!